PEMDA BANGGAI & BI SULTENG GELAR CAPACITY BUILDING TPID, TEKANKAN PENTINGNYA DATA DAN SINERGI

PEMDA BANGGAI & BI SULTENG GELAR CAPACITY BUILDING TPID, TEKANKAN PENTINGNYA DATA DAN SINERGI

Diposting oleh admin pada 24 Agustus 2026

LUWUK SELATAN, DKISP – Pemerintah Kabupaten Banggai bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Capacity Building Penguatan Kapasitas TPID Triwulan III 2026 , pada Kamis (20/8/2026) di Hotel Swiss-Bellin Luwuk

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Banggai Ir. H. Amirudin Tamoreka, MM., AIFO, Direktur Departemen Regional Bank Indonesia Bapak Fathurachman,, perwakilan TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, serta narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah dalam sambutannya menyampaikan bahwa inflasi Sulawesi Tengah pada Juli 2026 relatif terkendali di angka 0,02% (mtm) dan 2,86% (yoy). Angka ini berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5% ± 1% (yoy).

"Secara spasial perkembangan inflasi masih cukup beragam. Luwuk tercatat inflasi 0,78% (mtm) dan 5,39% (yoy), sementara Toli-toli mengalami deflasi 1,57% (mtm). Kota Palu 0,16% (mtm) dan Kab. Morowali 0,30% (mtm)," jelasnya.

BI menegaskan bahwa pengendalian inflasi adalah upaya bersama yang membutuhkan sinergi dan konsistensi dari seluruh anggota TPID.

"Dinamika harga yang terus berkembang menuntut kita tidak hanya mampu merespons tekanan inflasi, tetapi juga semakin baik dalam membaca data, mengidentifikasi risiko, merumuskan langkah kebijakan, serta mengevaluasi efektivitas program pengendalian inflasi," ujar Deputi BI Sulteng.

Selama dua hari, peserta akan mendapat materi GPIPS, evaluasi kinerja Semester I 2026, outlook nasional Semester II 2026, hingga penguatan metodologi data bersama BPS Provinsi Sulteng.

Senada dengan BI, Bupati Banggai menyampaikan apresiasi atas kepercayaan kepada Kabupaten Banggai sebagai tuan rumah kegiatan penting ini.

"Inflasi bukan hanya persoalan angka statistik. Inflasi berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ketika harga bahan pangan meningkat, ketika biaya transportasi mengalami kenaikan, atau ketika harga kebutuhan pokok tidak terkendali, maka masyarakatlah yang pertama kali merasakan dampaknya," tegas Bupati.

Bupati menekankan pengendalian inflasi harus menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Memasuki Triwulan III 2026, tantangan masih dinamis dengan fluktuasi harga pangan, gangguan iklim, dan jalur distribusi regional.

"Untuk itu kita harus memperkuat strategi melalui kerangka kerja 4K: Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Kemampuan forecasting dan sinkronisasi data harga pangan secara  real-time juga harus terus kita tingkatkan," ujarnya.

Bupati juga mendorong penguatan Kerja Sama Antar Daerah / KAD dan peran aktif BUMD serta pelaku usaha lokal dalam menjaga rantai pasok.

"Sinergi dan kolaborasi yang solid antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, BPS, Bulog, serta instansi terkait adalah fondasi utama agar sasaran target inflasi daerah pada tahun 2026 dapat tercapai dengan baik," tutup Bupati.

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan langkah pengendalian inflasi yang konkret dan sesuai kebutuhan masing-masing daerah di Sulawesi Tengah.

*Tim Liputan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, & Persandian (DKISP) Kabupaten Banggai. Tampilkan lebih sedikit

Bagikan ke:

Whatsapp Kami